Menu

10 Mitos Umum Tentang Ganja

December 27, 2016 - MITOS
10 Mitos Umum Tentang Ganja

Ganja, bisa jadi merupakan salah satu jenis obat memabukkan paling populer yang dianggap ilegal di berbagai belahan dunia. Tanaman ganja termasuk mudah untuk di kembang biak-kan bahkan bisa hidup dimana pun di dunia. Bahkan saking menyebarnya tanaman ini, banyak orang bahkan tidak perlu berpikir dua kali untuk menghisapnya di pinggir-pinggir jalan.

Ganja atau Cannabis merupakan jenis tanaman yang sudah amat terkenal sejak dahulu. Banyak generasi-generasi tua menggunakan ganja sebagai bahan obat-obatan, campuran sihir atau seperti di Indonesia sebagai ramuan makanan.

Penggunaan Ganja dengan cepat mengalami penurunan drastis di era tahun 1960-an hingga 1970-an. Penyebabnya adalah propaganda-propaganda yang dilakukan oleh beberapa pihak yang berkepentingan, sehingga menjadikan ganja dengan cepat menjadi barang ilegal di hampir seluruh dunia. Dalam menyebarkan propaganda tersebut juga disebarkan beberapa mitos-mitos yang hingga kini masih dipercaya oleh dunia.

Berikut dalam daftar kita berikut ini akan menyajikan beberapa fakta atau mitos tentang tanaman ganja…

10. Tersimpan di Lemak Tubuh

Mitos : Ganja mengandung zat THC yang tersimpan dilemak tubuh dan efeknya bisa bertahan hingga berhari-hari bahkan minggu.

Fakta : Cannabis atau Ganja ( hampir sama dengan obat-obatan lain ) memang bertahan di lemak tubuh. Dan oleh sebab itulah pengguna akan bisa dideteksi setelah menggunakannya. Namun hanya sampai disini saja kebenaran dari mitos tersebut.

Faktanya adalah aspek Psikoaktif yang terkandung dalam ganja sangat cepat efeknya, dan jika residu dari ganja ini masih bertahan, hal tersebut sudah tidak lagi memiliki efek kepada penggunanya. Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan THC didalam lemak tubuh tidak berbahaya bagi tubuh, otak atau bagian-bagian tubuh lainnya.

9. Kehilangan Ingatan

Mitos : Ganja menyebabkan pengguna mengalami hilang ingatan dan secara bertahap akan mengurangi inteligensia dan kecerdasaan

Fakta : Hal ini adalah mitos tak berdasar lainnya, namun sangat banyak yang mempercayainya. Hasil ujicoba di laboratorium memang menunjukkan terjadinya hilang ingatan pada pengguna, namun hanya pada saat sang pengguna sedang mabuk ganja.

Pengguna ganja ini justru masih bisa mengingat seluruh kejadian sebelum dirinya menggunakan ganja, namun akan sulit untuk mempelajari informasi yang ada pada saat mabuk. Tidak ada bukti secara sains bahwa hal ini akan berakibat permanen atau jangka panjang.

8. Bukti Ilmiah

Mitos : Secara ilmiah telah terbukti kalau ganja berbahaya bagi tubuh

Fakta : Ada petikan yang sangat terkenal mengenai hal ini ” Menghisap ganja, bahkan untuk jangka panjang tidak berbahaya bagi kesehatan ” kutipan tersebut berasal dari jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh The Lancet ( tahun 1823 ). Tidak ada penelitian atau konsensus yang dilakukan terhadap para pengguna ganja, dan juga tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa penggunaan ganja dapat berbahaya bagi kesehatan

7. Kehilangan Motivasi

Mitos : Pengguna ganja cenderung apatis dan kurang motivasi

Fakta : Sebuah studi telah dilakukan dengan memberikan dosis tinggi ganja kepada subjek dalam suatu periode hari dan minggu. Hasilnya adalah tidak ditemukan bahwa subjek menjadi kehilangan motivasi atau kemampuan untuk melakukan sesuatu.

Namun tentu saja penggunaan jangka panjang terhadap sesuatu yang memabukkan akan mengurangi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal. Namun ganja pada dasarnya justru berada dalam taraf normal, tidak terlalu bagus maupun buruk. Bahkan hal mengejutkan justru dibuktikan bahwa pengguna ganja justru memiliki gaji yang lebih besar dibandingkan non pengguna.

6. Memicu Kriminalitas

Mitos : ganja dapat memicu kriminalitas

Fakta : Banyak orang percaya bahwa pengguna ganja cenderung menjadi pelaku tindak kekerasan dan agresif dan pada ujungnya memicu kriminalitas. Tetapi faktanya bahkan sebaliknya. Sebuah penelitian justru menunjukkan bahwa pengguna ganja justru sedikit sekali melakukan tindak kejahatan karena sifat dari penurunan agresi yang ditimbulkan oleh ganja tersebut.

Hal ini menjadi mitos karena banyak negara di seluruh dunia yang melarang penggunaan ganja, sehingga pengguna atau memiliki ganja diklasifikasi sebagai kejahatan / kriminalitas.

5. Mematikan Sel Otak

Mitos : Penggunaan ganja dapat mematikan sel-sel di otak

Fakta : ganja tidak menimbulkan perubahan secara drastis baik mental atau psikologis dari penggunanya. Memang ada kalanya beberapa pengguna mengalami histeria, kepanikan, paranoid, dan ketakutan setelah menggunakannya namun efek ini hanya berlaku sementara dan tidak permanen.

4. Ganja merupakan peralihan sebelum menggunakan yang lebih tinggi

Mitos : Ganja merupakan pilihan peralihan atau dengan kata lain diawal menggunakan ganja setelah kebal nantinya menggunakan obat-obatan yang lebih tinggi dosisnya

Fakta : Justru bagi kebanyakan orang ganja adalah terminal terakhir bukan menjadi obat peralihan. Para pengguna obat-obatan yang berdosis tinggi seperti heroin atau LSD juga memiliki statistik sebagai pengguna dari ganja. Tapi ini hanya bermain-main di statistik. Bahkan ketika kita membandingkan pengguna ganja dan pengguna heroin jumlahnya sangat kecil.

Bahkan bisa dikatakan kedua jenis tersebut tidak memiliki hubungan sama sekali

3. Kadar yang lebih tinggi saat ini

Mitos : Ganja di era modern ini justru lebih memabukkan dibandingkan ganja masa lalu

Fakta : Alasan utama dari berkembangnya mitos ini adalah sampel yang digunakan oleh lembaga obat-obatan yang digunakan untuk menguji tingkat dan kadar dari obat-obatan. Tetapi mereka lupa kalau ini adalah contoh kecilnya saja dari ganja yang beredar di pasaran.

Sebagian besar ganja yang beredar saat ini, juga sama dengan ganja dalam beberapa dekade terakhir. Lagipula telah ada data dan statistik yang dapat mengukur tingkat memabukkan ganja yang digunakan pada tahun 1980-an. hasilnya menunjukkan kalau ganja saat ini sedikit atau bahkan tidak ada perubahan sama sekali.

2. Kerusakan Paru-paru

Mitos : ganja jauh lebih merusak bagi paru-paru dibandingkan rokok

Fakta : Pertama sekali yang patut diketahui adalah bahwa subjek yang merokok ganja justru merokok jauh lebih sedikit dibandingkan mereka yang merokok tembakau. Hal ini tentu saja akan mengurangi tingkat bahaya yang ditimbulkan olah asap pembakaran rokok mereka.

Lebih jauh lagi, perokok ganja justru memiliki asap yang disembur lebih sedikit dibandingkan rokok tembakau. Bahkan ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa asap dari ganja tidak memiliki efek yang sama seperti asap dari rokok tembakau.

1. ganja dan kecanduan

Mitos : Ganja membuat penggunanya kecanduan

Fakta : Hanya terdapat kurang dari 1% masyarakat Amerika yang menghisap ganja lebih dari 1 batang perhari. Dari pengguna berat, sangat jarang terdengar bahwa pengguna ganja membutuhkan rehabilitasi seperti rokok tembakau misalnya. Pengguna ganja justru merasa sangat baik-baik saja dengan atau tanpa ganja.

Tidak ada bukti dan data statistik yang menyebutkan rehabilitasi Narkoba akibat penggunaan ganja. Hal ini menjadi bukti bahwa tidak adanya kesulitan dalam menghentikan kebiasaan menghisap rokok ganja.

Sumber :

1. Mellinger, G.D. et al. “Drug Use, Academic Performance, and Career Indecision: Longitudinal Data in Search of a Model.” Longitudinal Research on Drug Use: Empirical Findings and Methodological Issues. Ed. D.B. Kandel. Washington, DC: American Psychological Association, 1978. 157-177.
2. Johnson, L.D., et al. “Drugs and Delinquency: A Search for Causal Connections.” Ed. D.B. Kandel. Longitudinal Research on Drug Use: Empirical Findings and Methodological Issues. New York: John Wiley & Sons, 1978. 137-156.
3. Schreiber, W.; A. M. Pauls and J. C. Kreig (February 5, 1988). “[Toxic psychosis as an acute manifestation of diphenhydramine poisoning]”. Deutsche medizinische Wochenschrift 113 (5): 180–183. PMID 3338401.
4. Degenhardt, Louisa, Wayne Hall and Michael Lynskey. “Testing hypotheses about the relationship between cannabis use and psychosis,” Drug and Alcohol Dependence 71 (2003): 42-4.
5. King LA, Carpentier C, Griffiths P. “Cannabis potency in Europe.” Addiction. 2005 Jul; 100(7):884-6
6. Turner, Carlton E. The Marijuana Controversy. Rockville: American Council for Drug Education, 1981.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *